Profile

Nama saras waoma

Mahasiswa yang memiliki minat di bidang teknologi, web development, desain modern, dan dunia digital kreatif.

Tentang Saya

Pendidikan

Mahasiswa aktif yang fokus mempelajari teknologi, sistem informasi, dan pengembangan web modern.

Keahlian

HTML, CSS, Blogger, desain UI sederhana, editing foto, dan responsive web design.

Tujuan

Mengembangkan kemampuan digital dan membangun portfolio profesional.

Instagram Facebook LinkedIn

Artikel & Berita

Sabtu, 15 Oktober 2022

5. Homo Cro-Magnon

5. Homo Cro-Magnon

Homo Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia modern (Homo Sapiens) tertua dari Eropa. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup sekitar 40.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Fosilnya telah ditemukan di tahun 1868. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa. Homo Cro-magnon diperkirakan telah mampu berkomunikasi dan memiliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal.Fosil Cro-Magnon ditemukan pada 1868 di sebuah gua di Cro Magnon, Eyzies-de-Tayac, Dordogne, Perancis Selatan. Penemunya adalah ahli geologi Perancis, Edouard Larter, yang menemukan beberapa kerangka manusia purba dan lima lapisan arkeologis di dalam gua tersebut.27 Jan 2022

         Ciri ciri Cro -Magnon

  • Hidup sekitar 40.000-10.000 tahun lalu.
  • Memiliki tubuh kokoh dan kuat.
  • Tinggi badan sekitar 160 hingga 170 cm.
  • Memiliki dahi lurus dan sedikit alis.
  • Bentuk muka datar tanpa ada penonjolan pada bagian mulut.
  • Ukuran rahang dan gigi geliginya telah menyusut.
  • Kapasitas otak sekitar 1.600 cc.

4. Homo Rhodesiensis

4.Homo Rhodesiensis

Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemukan fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur. Homo Rhodesiensis hidup sekitar 400.000 hingga 125.000 tahun yang lalu. Ciri fisiknya antara lain memiliki bagian punggung alis yang besar dan lebar, hidung besar, kening menonjol, dan tonjolan di bagian belakang tengkorak. Selain itu, mereka juga sudah berjalan tegak, sehingga disebut sebagai African Neanderthal.Homo rhodesiensis adalah spesies hominin yang dideskripsikan dari fosil Manusia Rhodesian. Sisa fosil mereka berusia 300.000 hingga 125.000 tahun yang lalu pada zaman Pleistosen. Fosil spesies ini ditemukan pertama kali pada tahun 1921 oleh seorang penambang Swiss, Tom Zwiglaar di gua Broken Hill, Rhodesia (Zimbabwe).

Ciri-ciri Homo Rhodesiensis

-Memiliki alis besar dan wajah yang lebar.

-Memiliki kapasitas otak sekitar 1.230 cc.

-Memiliki barisan gigi yang rata.

-Tangan yang relatif panjang

Senin, 10 Oktober 2022

3. Sinanthropus Pekinensis

  • 3. Sinanthropus Pekinensis

    Diperkirakan hidup sekitar 780.000 hingga 230.000 tahun yang lalu, Sinanthropus Pekinensis pertama kali ditemukan di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok. Fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man dan dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927. Volume otaknya diperkirakan sekitar 1.000 centimeter kubik (cm3) hingga 300 cm3, sama seperti volume otak manusia saat ini. Ciri-ciri ini membuat mereka mirip dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia. Hal yang membedakan adalah kapasitas tengkorak Sinanthropus.Persamaan ciri fisik dan nonfisik antara Sinanthropus Pekinensis dan Pithecanthropus Erectus adalah: Keduanya berjalan dengan tegak dan memiliki ciri fisik/badan yang sama. Keduanya hidup di zaman yang sama.

  • Berikut adalah ciri-ciri Sinanthropus pekinesis, yaitu:
    • Tinggi badan sekitar 165 - 180 cm.
    • Bentuk graham besar dan rahang yang sangat kuat.
    • Bagian belakang kepala tampak menonjol.
    • Di perkirakan hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu.
    • Sudah menggunakan api.
    • Mempunyai kebudayaan yang lebih maju.

sejarah manusia purba

                                

Persebaran Manusia Purba



Sejarah manusia purba dimulai dari dugaan bahwa manusia purba telah melakukan pergerakan dari Afrika Tengah ke Afrika Selatan sejak 60.000-50.000 tahun SM. Di tahun 50.000 hingga 45.000 SM manusia purba mulai menyebar luas ke Arab, India, dan Indonesia. Dari sini, mereka kemudian mencapai Australia,  Jepang, Cina, Alaska, hingga Amerika Utara.

Perkembangan kehidupan manusia purba terhalang oleh mencairnya suhu di bumi atau sering disebut sebagai Zaman Es yang berlangsung sekitar tahun 45.000-40.000 tahun SM. Persebaran manusia purba kemudian berlanjut sampai ke Kazakhstan dan Mongolia pada 35.000-30.000 SM. Sejak saat itu, manusia purba dari Kazakhstan (Kaukasoid) menyebar ke Eropa. Penyebaran terus terjadi hingga pada 20.000-10.000 SM manusia purba menduduki wilayah Afrika Selatan. Pergerakan manusia purba terus terjadi hingga menguasai seluruh daratan bumi pada tahun 10.000 SM.

Jenis Manusia Purba di Dunia

Persebaran manusia purba yang telah terjadi dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba dari berbagai jenis di dunia. Beberapa diantaranya adalah :

1. Ardipithecus Ramidus

Pertama kali ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994, manusia purba Ardipithecus Ramidus diperkirakan hidup sekitar 4.4 juta tahun yang lalu dan sering dipanggil “Ardi”. Fosil bagian tubuhnya yang tersisa berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian.

Fosil Ardipithecus Ramidus ditemukan di sekitar fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan. Diketahui bahwa jenis manusia purba ini memiliki berat sekitar 50 kilogram (kg), tinggi sekitar 120 centimeter (cm), pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak sama dengan milik simpanse.